Penjelasan
Materi Kewirausahaan
SMK
Negeri 3 Pontianak
EVALUASI HASIL USAHA
NAMA : LINDA
KELAS : XII AK 1
E-MAIL : emildalinda45@yahoo.co.id
PETA KONSEP
1.
Evaluasi Hasil Usaha
Evaluasi
hasil usaha atau bisnis adalah suatu proses penilaian terhadap kinerja kegiatan
usaha atau bisnis yang meliputi analisis dan penafsiran hasil usaha atau bisnis
yang sudah dicapainya.
2.
Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio
merupakan teknik atau alat pengukur prestasi perusahaan dalam hal menentukan
tingkat likuiditas, solvabilitas, keefektifan operasi, serta derajat keuntungan
perusahaan.
3. Likuiditas,
Solvabilitas, Rentabilitas, Aktivitas
Likuiditas adalah
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih.
Solvabilitas
suatu perusahaan adalah kemampuan perusahaan untuk membayar utang dalam jangka
panjang.
Ratio rentabilitas atau profibilitas perusahaan adalah kemampuan
suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dari sejumlah dana yang
diinvestasikan, untuk periode atau jangka waktu tertentu.
Ratio aktivitas
digunakan untuk menghitung sejauh mana efektivitas manajemen dalam mengelola
sumber-sumber dan perusahaan dalam satu periode.
4. Laporan
Perusahaan
Laporan perusahaan
dibagi menjadi dua yaitu laporan pelaksanaan kegiatan usaha dan laporan
keuangan.
5. Pelaksanaan
Kegiatan Usaha dan Analisis Laporan Keuangan
Analisis pelaksanaan
kegiatan usaha perlu dibuat dan disusun secara sistematis dan secermat mungkin,
serta logis. Laporan kegiatan usaha adalah penyampaian informasi, sehingga akan
tercipta komunikasi antara yang melaporkan dan pihak yang diberi laporan. Laporan
pelaksanaan kegiatan hendaknya bersifat komunikatif, jelas, dan mudah dipahami
oleh semua pihak.
Analisis laporan
keuangan adalah evaluasi atau penafsiran neraca dan daftar perubahan posisi
keuangan perusahaan. Mengadakan analisis laporan keuangansangat penting untuk
mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.
Analisis laporan keuangan selalu berhubungan dengan masalah neraca, rugi/laba,
dan perubahan modal perusahaan. Analisis laporan keuangan pada hakikatnya
adalah mengadakan penilaian atas keadaan keuangan perusahaan.
6. Rencana
Pengembangan Usaha
Komunikasi adalah
suatu proses penyampaian dan penerimaan pernyataan dan informasi dari seseorang
atau badan usaha kepada orang atau badan usaha lainnya. Komunikasi antarbadan
usaha perlu ditingkatkan, terutama dengan rekanan, langganan, bahkan dengan
saingan. Peningkatan komunikasi antarbadan usaha dapat dilakukan secara formal
maupun secara nonformal. Meningkatkan komunikasi antarbadan usaha secara formal
antara lain melalui :
a. Seminar-seminar
dalam bisnis
b. Penataran-penataran
yang berhubungan dengan bisnis
c. Pelatihan-pelatihan
dalam bisnis
Meningkatkan
komunikasi antarbadan usaha secara nonformal dilakukan dengan cara berikut.
a. Obrolan
bisnis pada waktu diadakan resepsi pernikahan, perpisahan, penggantian pemimpin
perusahaan dan sebagainya.
b. Adanya
kekeluargaaan yang diteruskan dengan pembicaraan bisnis.
c. Negosiasi
dalam bisnis
Beberapa taktik
cara bernegoisasi yang perlu dipelajari dan dikembangkan oleh para pengelola usaha
adalah sebagai berikut.
a. Memberi
pilihan
b. Lelang
c. Menipu
( faking )
d. Kalah
untuk menang
e. Pura-pura
tidak cocok
f.
“Ya atau Tidak”
g. Pura-pura
batal
h. Kami
yang terhebat
i.
Batas waktu
j.
Menambah ekstra
k. Lambungkan
bola rendah
l.
Membuka kartu lawan bisnis
m. Lebih
serius
n. Pot
besar
o. Persediaan
terbatas
p. Uang
tipuan
q. Lihat
saja catatan
r.
Bersabar
s. Menggigit
sedikit demi sedikit
7. Faktor
Pendukung
Faktor-faktor
pendukung kegiatan usaha dapat disebutkan sebagai berikut.
1) Faktor
manusia
2) Faktor
keuangan
3) Faktor
permodalan
4) Menurut
sumbernya:
a. Modal
sendiri
b. Modal
asing ( modal luar )
5) Menurut
lama pengunaannya
a. Modal
pasif jangka pendek
b. Modal
pasif jangka panjang
6) Faktor
organisasi
7) Faktor
perencanaan
8) Faktor
mengatur bisnis
9) Faktir
pajak dan asuransi
10) Faktor
fasilitas pemerintah
11) Catat
bisnis, yang meliputi antara lain:
a. Neraca
b. Laporan
rugi/laba
c. Perubahan
modal perusahaan
d. Administrasi
perusahaan
e. Banyaknya
karyawan perusahaan
f.
Pemasaran dan penjualan
g. Parra
pesaing
h. Mitra
bisnis
i.
Para pelanggan dan konsumen potensial
j.
Pasar yang dituju
k. Banyaknya
produk dan persediaan
8. Faktor
Penghambat
Pada dasarnya
faktor-faktor penghambat kegiatan bisnis atau usaha adalah sebagai berikut.
1) Kurangnya
pengalaman di dalam usaha
2) Tidak
tepat atau cocok memilih jenis usaha
3) Tidak
adanya perencanaan usaha yang tepat
4) Keuangan
atau permodalan usaha kurang sekali
5) Tidak
adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya
6) Tidak
ada dukungan dari pemerintah daerah
7) Tidak
mempunyai keahlian di dalam usaha
8) Tidak
mempunyai semangat kewirausahaan
9) Tidak
percaya kepada kemampuan diri sendiri
9.
Rencana Usaha
Perencanaan Usaha adalah proses penentuan Visi, Misi, tujuan, strategi,
kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang diperlukan untuk
menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu.
10.
Tujuan Usaha
Ada berbagai tujuan dari suatu bisnis, namun pada umumnya tujuan bisnis
meliputi:
• Profit (Keuntungan),
• Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan,
• Pertumbuhan perusahaan, dan
• Tanggung jawab sosial.
11.
Essay
a.
Apa yang dimaksud dengan rentabilitas?
Jawab : rentabilitas adalahkemampuan suatu perusahaan untuk
menghasilkan laba dari sejumlah dana yang diinvvestasikan, untuk periode atau
jangka waktu tertentu.
b.
Apa yang dimaksud dengan likuiditas?
Jawab : likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
keuangannya pada saat ditagih.
c.
Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi
rentabilitas perusahaan!
Jawab : a. Volume penjualan
b. Efisiensi
penggunaan biaya
c. Profit margin
d. Struktur modal perusahaan
d.
Apa yang dimaksud dengan inventory turn over?
Jawab : inventory turn over (perputaran persediaan) adalah kemampuan
perusahaan menggunakaan persediaannya secara efisien.
e.
Apa yang dimaksud istilah “berdiri ditempat”
dalam kewirausahaan?
Jawab : berdiri di tempat dalam kewirausahaan diartikan seperti
perasaan takut untuk mengambil resiko dan hanya bisa diam menunggu keadaan,
hanya berdiri di tempat takut untuk melangkah.