1. Jujur
Jujur dalam berproduksi dan dalam menjalankan usaha
tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya.
Contoh: seorang koki pembuat roti harus jujur dalam
memilih bahan-bahan untuk produksi, tidak menggunakan
bahan-bahan yang berbahaya bagi konsumen.
Jujur dalam berproduksi dan dalam menjalankan usaha
tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya.
Contoh: seorang koki pembuat roti harus jujur dalam
memilih bahan-bahan untuk produksi, tidak menggunakan
bahan-bahan yang berbahaya bagi konsumen.
2. Berinisiatif
Mampu melakukan pembaharuan terhadap produk atau
perubahan yang baru tanpa pengaruh dari luar(ikut-
ikutan). Misalnya saat toko roti lain sedang tren
memasak menggunakan pemanggan seperti oven kita
dapat berinovasi dengan membakar roti menggunakan
arang.
Mampu melakukan pembaharuan terhadap produk atau
perubahan yang baru tanpa pengaruh dari luar(ikut-
ikutan). Misalnya saat toko roti lain sedang tren
memasak menggunakan pemanggan seperti oven kita
dapat berinovasi dengan membakar roti menggunakan
arang.
3. Mempunyai keahlian
Selain menjual, kita juga harus sangat amat ahli dalam memproduksi apa yang kita pasarkan. Selain itu juga harus memiliki keahlian dalam bidang manajemen dan bisnis, serta keahlian untuk mengatur keuangan perusahaan kita sendiri.
Misalnya, seorang pemilik toko roti dia tak hanya sangat pandai dalam membuat roti tapi dia juga harus memiliki keahlian dalam memasarkan produk.
Selain menjual, kita juga harus sangat amat ahli dalam memproduksi apa yang kita pasarkan. Selain itu juga harus memiliki keahlian dalam bidang manajemen dan bisnis, serta keahlian untuk mengatur keuangan perusahaan kita sendiri.
Misalnya, seorang pemilik toko roti dia tak hanya sangat pandai dalam membuat roti tapi dia juga harus memiliki keahlian dalam memasarkan produk.
4. Berani
Berani mengambil resiko walaupun berat, berani mencoba terobosan baru, berani membuat keputusan secara tegas, berani bersaing dalam dunia bisnis. Misalnya, saat toko kita sedang mengahadapi krisis keuangan sebagai pemilik toko kita harus berani mengambil resiko untuk keputusan yang telah dibuat.
Berani mengambil resiko walaupun berat, berani mencoba terobosan baru, berani membuat keputusan secara tegas, berani bersaing dalam dunia bisnis. Misalnya, saat toko kita sedang mengahadapi krisis keuangan sebagai pemilik toko kita harus berani mengambil resiko untuk keputusan yang telah dibuat.
5. Selalu waspada
Selalu waspada terhadap persaingan pasar, waspada dalam menjaga keamanan lingkungan perusahaan kita, waspada terhadap karyawan dan hasil yang diproduksi, waspada terhadap pasar maupun kondisi ekonomi yang terjadi. Misalnya, kita bersikap waspada terhadap resiko-resiko pencurian, maupun resiko bahan-bahan yang telah terkontaminasi oleh zat berbahaya.
Selalu waspada terhadap persaingan pasar, waspada dalam menjaga keamanan lingkungan perusahaan kita, waspada terhadap karyawan dan hasil yang diproduksi, waspada terhadap pasar maupun kondisi ekonomi yang terjadi. Misalnya, kita bersikap waspada terhadap resiko-resiko pencurian, maupun resiko bahan-bahan yang telah terkontaminasi oleh zat berbahaya.
6. Optimis
Selalu yakin apa yang kita hasilkan bermanfaat untuk konsumen dan optimis produk kita mampu bersaing dipasaran. Misalnya, saat persaingan di pasar sedang berjalan sangat ketat kita tetap optimis bahwa produk kita sangat layak untuk bersaing di pasaran.
Selalu yakin apa yang kita hasilkan bermanfaat untuk konsumen dan optimis produk kita mampu bersaing dipasaran. Misalnya, saat persaingan di pasar sedang berjalan sangat ketat kita tetap optimis bahwa produk kita sangat layak untuk bersaing di pasaran.
7. Mempunyai daya imajinasi
Mampu menciptakan produk-produk yang baru dan tidak berhenti untuk menghasilkan ide-ide baru, mempunyai teknik-teknik baru dalam pemasaran produk.
Misalnya, kita mendesain kemasan kue dengan gambar-gambar yang bagus agar diminati pembeli.
Mampu menciptakan produk-produk yang baru dan tidak berhenti untuk menghasilkan ide-ide baru, mempunyai teknik-teknik baru dalam pemasaran produk.
Misalnya, kita mendesain kemasan kue dengan gambar-gambar yang bagus agar diminati pembeli.
8. Percaya
diri
Kita sebagai penjual megahadapi pembeli dengan percaya diri sehingga menimbulkan simpati para pelanggan agar membeli produk kita. Misalnya, percaya diri dengan produk-produk yang dihasilkan dan percaya diri untuk bersaing dengan produsen lain.
Kita sebagai penjual megahadapi pembeli dengan percaya diri sehingga menimbulkan simpati para pelanggan agar membeli produk kita. Misalnya, percaya diri dengan produk-produk yang dihasilkan dan percaya diri untuk bersaing dengan produsen lain.
9. Bertanggung jawab
Bertanggung jawab yang dimaksud adalah kemampuan untuk menanggung segala macam hal yang telah kita lakukan. Misalnya, saat ada pelanggan yang tidak puas dengan produk yang kita jual karena produk itu mengalami kerusakan atau sebagainya kita dapat bertanggung jawab dengan mengganti barang tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan pelanggan.
Bertanggung jawab yang dimaksud adalah kemampuan untuk menanggung segala macam hal yang telah kita lakukan. Misalnya, saat ada pelanggan yang tidak puas dengan produk yang kita jual karena produk itu mengalami kerusakan atau sebagainya kita dapat bertanggung jawab dengan mengganti barang tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan pelanggan.
10. Bijaksana
Bijaksana merupakan sikap maupun kemampuan untuk menentukan segala sesuatu secara adil dan tepat sasaran. Misalnya, bijaksana untuk mengambil keputusan dalam memimpin perusahaan dan bijak dalam menilai pasar
Bijaksana merupakan sikap maupun kemampuan untuk menentukan segala sesuatu secara adil dan tepat sasaran. Misalnya, bijaksana untuk mengambil keputusan dalam memimpin perusahaan dan bijak dalam menilai pasar
11. Simpatik
Sikap kepedulian terhadap macam-macam hal yang muncul di lingkungan perusahaan baik itu diluar maupun di dalam perusahaan.
Sikap kepedulian terhadap macam-macam hal yang muncul di lingkungan perusahaan baik itu diluar maupun di dalam perusahaan.
Contoh:
a.
Simpatik
terhadap pelanggan
b.
Simpatik terhadap rekan bisnis
c.
Simpatik terhadap karyawan
d.
Simpatik
terhadap masyarakat sekitar
12. Kontrol
Kemampuan mengawasi maupun mengendalikan segala seuatu baik dari segi emosional maupun operasional. Contohnya mengontrol keuangan perusahaan, kontrol produksi, dan kontrol keadaan pasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar